Rabu, 23 September 2015

Memories violin , piano And our story 思い出バイオリン、ピアノ、私たちの物語

  • Part5
    Kini aku tinggal bersama ayah ku namun ayah ku jarang dirumah. Aku pun banyak menghabiskan waktu bersama Tsubaina dan Wagaishi. Kami bertiga pun satu sekolah.
Kami masih saja dengan hobi kami masing-masing. Disekolah Tsubaina mengikuti ekstra kulikuler baseball, Wagaishi mengikuti ekstra kulikuler football dan aku sendiri masih saja suka menyendiri diruang piano sekolah ku. Kami bertiga sering pulang bersama setiap hari. Namun Tsubaina lah yang sering pergi dan pulang sekolah bersama ku. Karna rumah Tsubaina bersampingan dengan rumah ku.
Dialah yang mengetahui semua tentang ku.#Sebenarnya cemana gak tau dia, orang rumah dia disamping rumah ku.hahaha:D
Aku tidak tau pasti sebenarnya tapi menurut ku Tsubaina sangat peduli terhadap ku. Namun sikap Tsubaina sering, sok-sok marah tapi peduli, sok-sok mengelak kalau sedang curi-curi pandang tapi memang sedang curi-curi pandang terhadap ku dan sering kali sok-sok mengajak ngobrol tapi sebenarnya mau dekat-dekat sama aku.
#Oalah Tsubaina-tsubaina.. Kenapa laa kamu kek gitu?!
Padahal aku cowok cupu yang setiap hari memakai kaca mata, memasukkan seragam ku kedalam celana, tidak pandai berolah raga dan banyak lagi kekurangan ku tapi aku tetap besikap biasa saja kepadamu karna aku gak ingin merusak persahabatan kita ini hanya karna kau menyukai ku Tsubainaa..















  • Part6
Tsubaina juga mengetahui aku pandai bermain piano namun piano sekarang menjadi musuh ku. Tapi tah mengapa pada saat pulang sekolah Tsubaina mengajak ku menonton kontes diAtarashī hōru towa dan Wagaishi juga diajak oleh wanita itu.
Pada pukul 2 siang aku sampai ditaman  Atarashī hōru towa namun Tsubaina dan Wagaishi belum sampai. Akupun bergumam dalam hati karna mereka menyuruh ku agar jangan telat datang, padahal mereka  telat juga datangnya.huuh-_-.












  • Part7

Ketika aku menunggu kedatangan Tsubaina dan Wagaishi , aku mendengar seseorang memainkan pianika. Akupun mencari asal suaranya dan ku temukan suara itu didekat taman bermain anak-anak.
Ku lihat seorang gadis yang sangat manis sedang memain kan itu bersama  ketiga anak kecil.
Aku sangat terpesona dengannya. Dengan penampilannya yang memakai terusan sampai seatas lutut saja, rambut berwarna kuning yang indah sambil dikucir belakang dan memainkan pianika birunya dengan merdu. Aku pun akhirnya memutus kan untuk memotretnya.
Awalnya aku memotrenya seperti ini


Namun ketika ku arahkan ponsel ku kepadanya, ku lihat baju terusan itu menaik karna tertiup angin. Hingga aku pun ketahuan karna memotret seperti ini


 Akupun ketahuan karna memotretnya seperti itu.hahahaahah
Hingga wanita itu langsung berubah menjadi monster dan melihat ke arah ku lalu dia pun memukul ku dengan pianikanya itu.


#disangka wanita itu aku memotret pakaian dalamnya padahal kan aku cuma beruntung aja karna ada hembusan angin jadinya terlihat dikit deh.heheheh... huhh dasar wanita sakit tau-_-.


















  • Part8
Tak lama kemudian Tsubaina dan Wagaishi pun datang lalu Tsubaina pun mengatakan : "Karin Mizanae".
Wanita itu pun berhenti memukuli ku.
#untung lah mereka datang kalau tidak tambah jelek deh akunya, berbicara dalam hati ku.
Kemudian Wagaishi pun melihat wanita monster itu dengan mata yang ada bintangnya sambil mengatakan "manisnya".
#huuh manis sih memang tapi galak amatttt. Ampun dehh!!! Berbicara lagi dalam hati.
Wanita itu pun menghampiri Wagaishi dengan mata yang ada bintangnya juga sambil mengatakan : "Arigatho"
Tsubaina menghampiri ku dan mengatakan : "apa kau baik-baik saja Kousei? Aku pun hanya menggeleng-gelengkan kepala tanda bahwa aku baik-baik saja.
Karin perkenalkan ini kousei teman ku kata Tsubaina memperkenalkan ku dengan wanita itu.
Cowok mesum ini teman mu ya.. Awas kau nanti. katanya berbisik sambil melihat kearah ku.
Ayo karin kita masuk dan menyaksikan pertunjukan mu. Kata Tsubaina.
Apa? kamu akan tampil? wah hebatnya.. Udah cantik dan manis pandai juga lagi Rayuan dari Wagaishi_-.
Arigatho wagaishi kata karin sambil tersenyum lebar.

Kemudian kami pun berlari-lari kedalam gedung Atarashī hōru towa karena sebentar lagi karin akan tampil.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar